Tatkala pandangan kita bertaut
Renungan debaran bertukar sinar
Hati digelodak rasa kasih
Apabila jantung berdegup kencang
HATI,
Hentilah berkocak
Aku lemas
Jiwaku resah
Mengingati matanya itu
Sinarnya redup mendamaikan.
Tabahlah engkau
Wahai secebis hati.....
TELINGA,
Tahankan gegendangmu
Mendengar ilai tawanya
Di copeng nipismu itu
Hilai tawa seorang pria misteri.
MATA,
Usahlah asyik berkedip
Sesekali terlalu payah untukku
Menentang kerlingannya
Yang terkadang begitu tajam
Tetapi tersirat maksud
Yang sukar dianalisiskan.
SUARA,
Hentikan suara batinku
Diamkan suara mata hatiku
Agar aku bisa damai
Bertafakur sendiri
Dalam mencari erti
Maksud mimpi nan hakiki..
Renungan debaran bertukar sinar
Hati digelodak rasa kasih
Apabila jantung berdegup kencang
HATI,
Hentilah berkocak
Aku lemas
Jiwaku resah
Mengingati matanya itu
Sinarnya redup mendamaikan.
Tabahlah engkau
Wahai secebis hati.....
TELINGA,
Tahankan gegendangmu
Mendengar ilai tawanya
Di copeng nipismu itu
Hilai tawa seorang pria misteri.
MATA,
Usahlah asyik berkedip
Sesekali terlalu payah untukku
Menentang kerlingannya
Yang terkadang begitu tajam
Tetapi tersirat maksud
Yang sukar dianalisiskan.
SUARA,
Hentikan suara batinku
Diamkan suara mata hatiku
Agar aku bisa damai
Bertafakur sendiri
Dalam mencari erti
Maksud mimpi nan hakiki..
No comments:
Post a Comment